Senin, 15 Maret 2021

Ketimpangan Akses Kebutuhan Dasar Anak di Indonesia

 


Dibalik tumbuh dan berkembangnya karakteristik seorang anak, mulai dari pertumbuhan fisik anak usia dini, pengembangan kepribadian anak usia sekolah, sampai didapatkan masa pubertas anak remaja, terkandung aset bangsa yang sangat berharga.  Mereka adalah penerus dan penentu masa depan. Setiap potensi baik anak, sudah seharusnya tidak dilumpuhkan. Karena diusianya, mereka mau dan mampu menyerap apa saja. Oleh karenanya, mengawal dan menjaga potensi baik anak merupakan hal terpenting. Setidaknya memberikan pemenuhan kebutuhan dasar seorang anak harus menjadi sebuah kewajiban atau setidaknya merupakan prioritas. Ketimpangan kesempatan anak terhadap kebutuhan dasarnya tentu saja akan menghambat hadirnya masa depan cerah suatu bangsa.

Minggu, 07 Maret 2021

Perubahan, Harapan dan Arah Baru Jembrana

 



Setelah satu dasawarsa, awal tahun 2021, Kabupaten Jembrana telah memiliki pemimpin baru. Hal ini seiring dengan telah dilantiknya Bupati dan Wakil Bupati Jembrana terpilih pada tanggal 26 Februari 2021 di Gedung Wisma Sabha Utama, Kantor Gubernur Bali. Pelantikan keduanya merupakan bagian mekanisme lanjutan pasca kemenangan dalam Pilkada serentak  9 Desember 2020. Hal ini menjadikan keduanya sebagai pucuk pimpinan tertinggi di Jembrana periode 2021-2024. Dengan kemenangan 51,90 persen dan dilanjutkan langkah konsolidasi pemimpin terpilih kepada semua unsur dan tokoh masyarakat tanpa kecuali, baik lokal maupun nasional, bakal menjadi modal dasar dan utama untuk memulai pembangunan baru Jembrana. Hal ini diperlukan sebagai langkah awal dalam mewujudkan janji kampaye sebelumnya yang mengusung slogan perubahan, menuju arah Jembrana Kembali Jaya (JKJ).

Rabu, 17 Februari 2021

Imbas Pandemi dan Urgensi Indeks Pembangunan Manusia

 



Fokus sasaran pembangunan jangka menengah Indonesia 2020-2024 adalah mewujudkan masyarakat Indonesia yang mandiri, maju, adil, dan makmur. Dalam pencapaiannya diupayakan melalui percepatan pembangunan di berbagai bidang dengan menekankan terbangunnya struktur perekonomian yang kokoh. Tentu saja hal ini dimaksudkan dengan berlandaskan utama pada keunggulan kompetitif di berbagai wilayah yang didukung oleh sumber daya manusia yang berkualitas dan berdaya saing.

Senin, 25 Januari 2021

Kembang Kempis Pelaku Usaha di Masa Pandemi

 


Sebelum pandemi Covid-19, Bali telah dikenal luas hingga mancanegara oleh karena faktor keindahan alam dan atraksi seni serta budayanya. Kedua hal tersebut serasa magnet yang mampu memikat banyak orang untuk berkunjung. Paduan apik inilah yang kemudian memberi kontribusi besar bagi perputaran roda ekonomi Bali. Pesona pariwisata berkelas dunia yang didukung oleh industri-industri berbasis karya seni, telah mengantarkan Bali menjadi salah satu wilayah dengan perputaran ekonomi relatif kencang di Indonesia. Hal ini dibuktikan oleh pertumbuhan ekonomi Bali yang selalu lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi secara nasional. Tidak hanya itu, IPM Bali yang tergolong tinggi, yang berarti kepemilikan sumber daya manusia di Bali yang unggul sebagai faktor produksi, meneguhkan kekuatan dan posisi ekonomi Bali.

Kamis, 14 Januari 2021

Urgensi Penguatan Pertumbuhan Indeks Pembangunan Manusia (IPM)

Dimuat di www.nusabali.com



Fokus sasaran pembangunan jangka menengah Indonesia 2020-2024 yang sesuai arahan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2005-2025 adalah mewujudkan masyarakat Indonesia yang mandiri, maju, adil, dan makmur. Dalam pencapaiannya diupayakan melalui percepatan pembangunan di berbagai bidang dengan menekankan terbangunnya struktur perekonomian yang kokoh. Tentu saja hal ini dimaksudkan dengan berlandaskan utama pada keunggulan kompetitif di berbagai wilayah yang didukung oleh sumber daya manusia yang berkualitas dan berdaya saing.

Kamis, 07 Januari 2021

Pandemi dan Geliat Perdagangan Online

 Dimuat di www.beritabali.com




Sudah hampir satu tahun pandemi Covid-19 melanda dan mewabah di Indonesia. Sepanjang masa itu juga pandemi telah menggempur berbagai sendi kehidupan manusia. Pembahasan kebijakan ekonomi dan kesehatan menjadi titik puncak pergolakan dilematika pemerintah dan masyarakat di bawah. Penentuan prioritas apa yang harus didahulukan, menjadi hal yang tidak mudah. Mengutamakan perekonomian dengan mengabaikan protokol kesehatan laksana bunuh diri atau setidaknya bakal sering nampak/terdengar berita duka berseliweran di sekitar kita. Namun jika mengutamakan kesehatan semata dengan mengabaikan perekonomian, akan dihadapkan pada persoalan bagaimana pemenuhan kebutuhan hidup sehari-hari masyarakat. Jalan tengah yang sering diambil kemudian adalah