Rabu, 17 Februari 2021

Imbas Pandemi dan Urgensi Indeks Pembangunan Manusia

 



Fokus sasaran pembangunan jangka menengah Indonesia 2020-2024 adalah mewujudkan masyarakat Indonesia yang mandiri, maju, adil, dan makmur. Dalam pencapaiannya diupayakan melalui percepatan pembangunan di berbagai bidang dengan menekankan terbangunnya struktur perekonomian yang kokoh. Tentu saja hal ini dimaksudkan dengan berlandaskan utama pada keunggulan kompetitif di berbagai wilayah yang didukung oleh sumber daya manusia yang berkualitas dan berdaya saing.

Senin, 25 Januari 2021

Kembang Kempis Pelaku Usaha di Masa Pandemi

 


Sebelum pandemi Covid-19, Bali telah dikenal luas hingga mancanegara oleh karena faktor keindahan alam dan atraksi seni serta budayanya. Kedua hal tersebut serasa magnet yang mampu memikat banyak orang untuk berkunjung. Paduan apik inilah yang kemudian memberi kontribusi besar bagi perputaran roda ekonomi Bali. Pesona pariwisata berkelas dunia yang didukung oleh industri-industri berbasis karya seni, telah mengantarkan Bali menjadi salah satu wilayah dengan perputaran ekonomi relatif kencang di Indonesia. Hal ini dibuktikan oleh pertumbuhan ekonomi Bali yang selalu lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi secara nasional. Tidak hanya itu, IPM Bali yang tergolong tinggi, yang berarti kepemilikan sumber daya manusia di Bali yang unggul sebagai faktor produksi, meneguhkan kekuatan dan posisi ekonomi Bali.

Kamis, 14 Januari 2021

Urgensi Penguatan Pertumbuhan Indeks Pembangunan Manusia (IPM)

Dimuat di www.nusabali.com



Fokus sasaran pembangunan jangka menengah Indonesia 2020-2024 yang sesuai arahan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2005-2025 adalah mewujudkan masyarakat Indonesia yang mandiri, maju, adil, dan makmur. Dalam pencapaiannya diupayakan melalui percepatan pembangunan di berbagai bidang dengan menekankan terbangunnya struktur perekonomian yang kokoh. Tentu saja hal ini dimaksudkan dengan berlandaskan utama pada keunggulan kompetitif di berbagai wilayah yang didukung oleh sumber daya manusia yang berkualitas dan berdaya saing.

Kamis, 07 Januari 2021

Pandemi dan Geliat Perdagangan Online

 Dimuat di www.beritabali.com




Sudah hampir satu tahun pandemi Covid-19 melanda dan mewabah di Indonesia. Sepanjang masa itu juga pandemi telah menggempur berbagai sendi kehidupan manusia. Pembahasan kebijakan ekonomi dan kesehatan menjadi titik puncak pergolakan dilematika pemerintah dan masyarakat di bawah. Penentuan prioritas apa yang harus didahulukan, menjadi hal yang tidak mudah. Mengutamakan perekonomian dengan mengabaikan protokol kesehatan laksana bunuh diri atau setidaknya bakal sering nampak/terdengar berita duka berseliweran di sekitar kita. Namun jika mengutamakan kesehatan semata dengan mengabaikan perekonomian, akan dihadapkan pada persoalan bagaimana pemenuhan kebutuhan hidup sehari-hari masyarakat. Jalan tengah yang sering diambil kemudian adalah

Senin, 14 Desember 2020

Permisivitas Masyarakat Indonesia Terhadap Korupsi

Dimuat di www.radarbali.jawapos.com



Jelang di penghujung tahun 2020, masyarakat Indonesia terkesiap manakala Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan sejumlah operasi tangkap tangan (OTT) atas dugaan tindak pidana korupsi. Tak tanggung-tanggung, OTT menyasar oknum pejabat puncak kementerian, pimpinan daerah, dan lainnya. Jelas hal ini menjadi prestasi penegak hukum namun menjadi naif dan tragis terhadap tumbuh kembangnya budaya korupsi yang terjadi. Lebih parahnya terjadi di tengah masyarakat Indonesia  yang sedang terhimpit dampak global pandemi Covid-19.

Selasa, 08 Desember 2020

Demokrasi dan Komitmen Pilkada Sehat

Gelombang demokratisasi global telah menggeser beberapa rezim non demokratis menjadi rezim demokratis. Dari gelombang demokratisasi ini muncul kebutuhan untuk mengetahui sejauh mana demokratisasi telah berjalan, tak terkecuali di negara Indonesia. Indonesia perlu mengetahui tingkat perkembangan demokrasi hingga tingkat daerah karena keberhasilan sebagai negara demokratis akan sangat tergantung pada sejauh mana demokrasi berkembang dan diterapkan di seluruh provinsi di Indonesia.

Minggu, 29 November 2020

Ketenagakerjaan, Pertumbuhan Ekonomi, dan Pembangunan Ekonomi


Tenaga kerja memegang peranan sangat penting dalam roda perekonomian suatu wilayah. Maju tidaknya suatu wilayah salah satu indikatornya ditentukan oleh kualitas tenaga kerjanya, karena tenaga kerja merupakan salah satu faktor produksi. Banyaknya tenaga kerja dapat meningkatkan perekonomian suatu wilayah, tetapi tidak sedikit pula permasalahan yang dapat ditimbulkannya oleh karena tersedianya banyak tenaga kerja namun

Minggu, 19 Juli 2020

Empowering Pendidikan untuk Melawan Kemiskinan


Kenaikan tingkat kemiskinan pada Maret 2020 secara umum di Indonesia baik skala jumlah dan persentase, rupanya tak luput dari dampak luar biasa yang dihadirkan oleh pandemi Covid-19. Rilis data profil kemiskinan oleh Badan Pusat Statistik terbaru pada tanggal 15 Juli 2020 yang merupakan hasil pendataan Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS) yang dilakukan pada bulan maret 2020 menginformasikan fenomena atas fakta tersebut. Naiknya tingkat kemiskinan akibat dampak pandemi Covid-19 pada pendataan tersebut sudah dapat terpotret, meskipun

Senin, 13 Juli 2020

Dering Edukasi Daring bagi Siswa-Siswi

         

Edukasi daring santer mengemuka sejak ditetapkannya pandemi COVID-19 di Indonesia. Hal ini menjadi keniscayaan manakala sekolah dari level terkecil PAUD/TK, SD,SMP,SMA hingga Perguruan Tinggi dilarang menggelar edukasi tatap muka  karena menjadi prioritas  terdepan untuk dilakukan langkah-langkah pencegahan semakin meluasnya virus tersebut. Memasuki tahun ajaran baru 2020/2021, proses edukasi daring masih berlanjut.

Kamis, 09 Juli 2020

Menggugah Minat Bertani di Masa Pandemi

Sejak kasus positif COVID-19 di Indonesia pertama kali teridentifikasi pada awal bulan Maret 2020, pandemi sudah menyebar ke 34 provinsi di Indonesia dengan Jawa Timur, DKI Jakarta, dan Sulawesi Selatan sebagai provinsi paling terpapar. Jumlah akumulasi kasus COVID-19 di Bali, merujuk press release Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Provinsi Bali tanggal 08 Juli 2020, sudah menyentuh angka 1.971 orang atau mendekati tiga persen dari total kasus di Indonesia. Hampir lima bulan berlalu, belum bisa dipastikan COVID-19 ini akan berakhir. Selama itu pula telah berdampak negatif hampir seluruh sektor kehidupan baik sektor politik, ekonomi, sosial, budaya, agama, dan lain sebagainya. Dalam sektor ekonomi di Bali, pariwisata terpuruk, penyediaan akomodasi dan makan minum jatuh, transportasi nyaris berhenti dan tak sedikit tenaga kerja mengalami Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). Banyak aktivitas yang kemudian hanya bisa dilakukan di rumah dan lingkungan terdekat saja, termasuk bekerja. Hal ini mesti dilakukan di tengah pemenuhan kebutuhan hidup harus tercukupi setiap harinya, dan pada saat yang sama cenderung konsumsi rumah tangga mengalami peningkatan.